ASPEK VIKTIMOLOGI DALAM PENYUSUNAN SURAT DAKWAAN PADA PENANGANAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL

Lasma Natalia Panjaitan

Sari


Aspek korban merupakan aspek yang masih jarang untuk menjadi perhatian dalam penangan kasus di Indonesia. Salah satunya dalam penanganan kasus kekerasan seksual kepada korban perempuan. Penanganan kasus pidana terhadap korban kekerasan seksual masih sangat minim dengan menggunakan perspektif viktimologi. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini terjadi adalah sistem peradilan pidana di Indonesia yang masih berfokus kepada pelaku. Hal itu tercermin dalam proses penyusunan dakwaan yang dilakukan oleh jaksa. Mekanisme penanganan perkara yang dilakukan oleh jaksa juga belum memenuhi hak-hak korban kekerasan seksual. Dalam tulisan ini, penulis khususnya akan mengkaji terkait bagaimana aspek korban dalam penyusunan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum dalam kasus kekerasan seksual dan sejauh mana mekanisme penanganan perkara yang dilakukan oleh jaksa telah memenuhi hak-hak korban kekerasan seksual.

Tulisan ini akan menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menginventarisasi, mengkaji, dan meneliti data sekunder  berupa peraturan perundang-undangan, asas-asas hukum, dan kasus-kasus yang berkaitan dengan masalah yang akan penulis kaji yaitu berkaitan dengan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan.

Hasil analisa dari tulisan ini, penulis menyarankan penting adanya suatu pengaturan dalam sistem peradilan pidana yang mengatur tentang hak-hak korban dan mekanisme yang melibatkan korban dalam proses penanganan suatu kasus karena pengaturan yang sudah ada belum bisa mengakomodir hak-hak korban. Selain itu, sebelum adanya pengaturan khusus yang mengatur tentang pelibatan dan aspek aspek yang memperhatikan korban, hal tersebut dapat dimulai dengan mengubah perspektif dan tindakan oleh jaksa dalam memandang korban sebagai pihak yang mempunyai kepentingan serta jaksa juga bisa menerapkan tersebut melalui pasal 98 KUHAP yaitu penggabungan perkara pidana dan perdata.


Kata Kunci


Korban, Kekerasan Seksual, Jaksa, Surat Dakwaan

Referensi


E. Utrecht, Hukum Pidana II, Pustaka Tinta Mas, 1986.

Dignan. J, Understanding Victim And Restorative Juctice, Open University Press, Maidenhead: 2005.

Jur Andi Hamzah, Hukum Acara Pidana, Sinar Grafika, Jakarta, 2008.

Komnas Perempuan, “Lembar Fakta Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan Tahun 2017 Labirin Kekerasan Terhadap Perempuan : Dari Gang Rape hingga Femicide, Alarm bagi Negara untuk Bertindak Tepat”, 2017, .

Komnas Perempuan, “15 Bentuk Kekerasan Seksual Sebuah Pengenalan”, tanpa tahun, .

Siswanto Sunarso, Viktimologi dalam Sistem Peradilan Pidana, Sinar Grafika, Jakarta: 2012.

Suzanne van de Aa, Project JUST/2012/JPEN/AG/2949 “Strengthening judicial cooperation to protect victims of crime” financed within the Specific Criminal Justice Program of the European Union, Superior Council of Magistracy of Romania, Bucarest: 2014.

Undang-Undang No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga pasal

Yesmil Anwar dan Adang, Sistem Peradilan Pidana – Konsep, Komponen, dan Pelaksanaannya dalam Penegakan Hukum di Indonesia, Widya Padjadjaran, Bandung: 2009.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




##submission.license.cc.by-nc4.footer##

 


This journal indexed on:

                                                                                                                               

    

 

Plagiarism Check by:
Creative Commons License

JBMH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

 

 Redaksi Jurnal Bina Mulia Hukum © 2016




website statistics View My Stats