IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM DALAM BIDANG KESEHATAN TERHADAP PENELITIAN SUBJEK MANUSIA DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

Liani Mulasari Gunawan

Abstract


ABSTRAK

Setiap manusia memiliki hak yang terus melekat pada dirinya sejak lahir. Hak dasar tersebut dikenal sebagai hak asasi. Hak atas kesehatan seseorang bertumpu pada dua hak dasar yang dimilikinya, yaitu hak atas pelayanan kesehatan dan hak untuk menentukan nasib sendiri. Perkembangan ilmu kesehatan dipacu dan diarahkan oleh penelitian kesehatan dengan mengikutsertakan relawan manusia sebagai subjek penelitian. Dalam pelayanan kesehatan, rumah sakit juga harus memperhatikan etika profesi tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Pendidikan. Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam berbagai bidang multiprofesi. Kebijakan yang perlu dilakukan dalam rangka menjamin keamanan dan kesejahteraan manusia sebagai subjek penelitian kesehatan ialah diwajibkan untuk memperoleh Ethical Approvalsebelum penelitian tersebut dilaksanakan dan pasien diberikan penjelasan mengenai segala aspek penelitian yang berhubungan dengan keputusan subjek untuk berpartisipasi atau disebut dengan Informed Consent. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang Perlindungan Hukum terhadap Pasien sebagai subjek penelitian di bidang kesehatan di Rumah Sakit Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Pendidikan harus mendapatkan ijin dari Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) yang menilai apakah penelitian dianggap aman dan tidak membahayakan pasien.

Kata Kunci : Hak Asasi, Manusia, Rumah Sakit Pendidikan, Ethical ApprovalInformed Consent.


Keywords


Hak Asasi, Manusia, Rumah Sakit Pendidikan, Ethical Approval, Informed Consent

References


DAFTAR PUSTAKA

Buku

Komite Etik Penelitian Kesehatan RSUP. Dr. Hasan Sadikin, Panduan Komite Etik Penelitian Kesehatan, Bandung, 2018;

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, Pedoman Penelitian Instalasi Penelitian dan Pengembangan;

Muchtan Sujanto, Bab II Etika Penelitian, In Metodologi Penelitian Biomedis, Edisi II, Danamartha Sejahtera Utama, Bandung, 2008;

Soekidjo Notoatmodjo, Etika & Hukum Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, 2010;

Titon Slamet Kurnia, Hak Atas Derajat Kesehatan Optimal Sebagai HAM di Indonesia, PT Alumni, Bandung, 2007;

Veronica Komalawati, Peranan Informed Consent dalam Transaksi Terapeutik: Suatu Tinjauan Yuridis,Citra Aditya Bakti, Bandung, 2002.

Jurnal

Eka Rachmawati, Peran dan Tanggung Jawab Dokter dalam Penelitian Kesehatan terhadap Penegakkan Hak Asasi Pasien sebagai Subjek Penelitian di RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 2016.

The Declaration of Helsinki, The Worl Medical Association (WMA) General Assembly, Seoul, 2008, https://www.wma.net/wp-content/uploads/2016/11/DoH-Oct2013-JAMA.pdf , diakses 2 Januari 2019

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak asasi manusia

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Pasal 1 Nomor 93 Tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan




DOI: http://dx.doi.org/10.23920/jbmh.v4i2.312

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Jurnal Bina Mulia Hukum telah terindeks pada:

                                                                                                                           

    

 

  Journal Accreditation:

Plagiarism Check:
Creative Commons License

JBMH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

  Redaksi Jurnal Bina Mulia Hukum © 2016