NEGARA BANGSA POS-KOLONIAL SEBAGAI BASIS DALAM MENENTUKAN IDENTITAS KONSTITUSI INDONESIA: STUDI TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Franko Jhoner, Indra Perwira, Susi Dwi Harijanti

Sari


ABSTRAK
Konstitusi negara modern pada dasarnya adalah perwujudan dari gagasan dan cita-cita kebangsaan yang kemudian dimanifestasikan seiring dengan berdirinya suatu negara bangsa. Konstitusi suatu negara modern bukan hanya memuat prinsip-prinsip, norma-norma, aturan-aturan, dan susunan organisasi negara, akan tetapi juga mengandung identitas nasional yang terbentuk dari gagasan pendirian negara bangsa sehingga membedakannya dengan konstitusi negara lain. Artikel ini membahas negara bangsa pos-kolonial menjadi basis dalam menentukan identitas konstitusi Indonesia dan apa saja yang menjadi unsur-unsur pembentuk identitas konstitusi Indonesia dan bagaimanakah implikasi hukumnya terhadap ketatanegaraan Indonesia. Indonesia sebagai negara bangsa pos-kolonial memiliki identitas nasional berupa semangat dekolonisasi. Oleh karena itu, dalam pembentukan konstitusi suatu negara modern selalu muncul upaya mewujudkan sistem sendiri. Dalam suatu konstitusi, terdapat norma-norma yang bersifat sebagai identitas nasional dan fundamental yang menjadi inti dari konstitusi yaitu ‘identitas konstitusi‘. Identitas konstitusi harus dijaga dan dilindungi dari upaya perubahan.

Kata kunci: konstitusi, negara bangsa, pos-kolonial, Undang-Undang Dasar 1945.


ABSTRACT
Constitution of a modern state basically is a manifestation of nations’ ideas and goals which is institutionalized pararel to forming of the state. Constitution of a modern state is not only consist of priciples, norms, regulations and organizational matters, but also consist of national identitiy which is formed from the ideas behind state formation itself. These are factors that make constitutions difrent one another. Indonesia as post-colonial nation state has its national identity in a form of decolonialization spirit. Therefore, there is always effort to make unique system in the forming process of a constitution. A constitution has a fundamental national identitiy which becomes the core of the constitution; this is known as ‘constitutional identity’. The constitutional identity must be guarded and protected from changing process.

Keywords: constitution, nation state, post-colonial, 1945 Constitution.


Kata Kunci


konstitusi; negara bangsa; pos-kolonial; Undang-Undang Dasar 1945

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku:

Aidul Fitriciada Azhari, UUD 1945 Sebagai Revolutiegroundwet – Tafsir postkolonial atas Gagasan-gagasan Revolusioner dalam Wacana Konstitusi Indonesia, Yogyakarta: Jalasutra, 2011.

Aidul Fitriciada Azhari, Rekonstruksi Tradisi Bernegara dalam UUD 1945, Yogyakarta: Genta Publishing, 2014.

Barendt, Eric, An Introduction to Constitutional Law, London: Oxford University Press, 1998.

Feith, Herbert dan Lance Castles, Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965, Jakarta: LP3ES, 1988.

Habermas, Jurgen, The Inclusion of the Others: Studies in Political Theory, Cambridge Mass: The MIT Press, 1999.

Hamdan Zoelva, Mengawal Konstitusionalisme, Jakarta: Konstitusi Press, 2016.

Jakob Tobing, Membangun Jalan Demokrasi, Kumpulan Pemikiran Jakob Tobing Tentang Perubahan UUD 1945, Jakarta: Konstitusi Press, 2008.

Janedjri M. Gaffar, Demokrasi Konstitusional – Praktik Ketatanegaraan Indonesia setelah Perubahan UUD 1945, Jakarta: Konstitusi Press, 2012.

Jimly Asshiddiqie, Komentar Atas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Jimly Asshiddiqie, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Jilid 1, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, 2006.

Jimly Asshiddiqie, Perkembangan & Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, Jakarta: Sinar Grafika, 2012.

RM A.B. Kusuma, Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945, Jakarta: Badan Penerbit FHUI, 2004.

Roznai, Yaniv, Unconstitutional Constitutional Amandements: A Study of the Nature and Limits of Contitutional Amandement Powers, London: The London School of Economics and Political Science, 2014.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1981.

Valina Singka Subekti, Menyusun Konstitusi Transisi: Pergulatan Kepentingan dan Pemikiran dalam Proses Perubahan UUD 1945, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Yudi Latif, Negara Paripurna – Historitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2015.

Bab dalam buku:

Aidul Fitriciada Zahari, “Identitas Poskolonial UUD 1945: Pembentukan dan Pemudaran”, dalam Susi Dwi Harijanti et al. (ed) Interaksi Konstitusi dan Politik: Kontektualisasi Pemikiran Sri Soemantri, Bandung: PSKN UNPAD, 2016.

Bagir Manan, Beberapa Persoalan Paradigma Setelah atau Akibat Perubahan UUD 1945, dalam Bagir Manan dan Susi Dwi Harijanti, Memahami Konstitusi – Makna dan Aktualisasi, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014.

Peraturan Perundang-Undangan:

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (sebelum amandemen);

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (setelah amandemen kesatu s.d keempat);

Sumber Lain:

Aidul Fitriciada Azhari, Tafsir Poskolonial terhadap Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, dalam Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta, 23 Februari 2017.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




##submission.license.cc.by-nc4.footer##

 


This journal indexed on:

                                                                                                                                 

 

Plagiarism Check by:
Creative Commons License

JBMH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

 

 Redaksi Jurnal Bina Mulia Hukum © 2016




website statistics View My Stats