PEMBERIAN UANG MUKA TERHADAP DEVELOPER DALAM PRINSIP PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH (MURABAHAH)

Tatan Pria Sudjana, Ragga Bimantara

Abstract


ABSTRAK
Bank syariah merupakan Lembaga perbankan yang menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam menjalankan kegiatan berusahanya, salah satu produk unggulan yang dijalankannya yaitu mengenai pembiayaan pemilikan rumah atau jual beli rumah oleh konsumen sebagai nasabah perbankan syariah dengan menggunakan akad murabahah yang saat ini sudah menjadi banyak minat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Bagaimana pelaksanaan akad murabahah untuk pembiayaan kepemilikan rumah berdasarkan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 04/DSN- MUI/IV/2000 Tentang murabahah dan bagaimana keabsahan akad murabahah apabila dalam praktektnya konsumen sebagai nasabah telah terlebih dahulu melakukan pembayaran uang muka terhadap suplier yang kemudian pelunasannya dikemas melalui akad murabahah melalui Bank Syariah. Jenis penelitian ini adalah Pendekatan Yuridis Normatif dan Deskritif Analisi. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjkan bahwa akad murabahah yang sesuai dengan Konsep Syariah yaitu objek yang dijual kepada nasabah, harus menjadi milik bank terlebih dahulu, sehingga penerapan uang muka yang sah sesuai syariah harus kepada Bank sebagai pemilik dari objek yang akan dijual kembali kepada nasabah.

Kata kunci: akad murabahah; pembiayaan rumah; uang muka.

 

ABSTRACT
Islamic banks are banking institutions that use sharia principles in carrying out their business activities. One of the leading products that runs is about financing house ownership, buying and selling houses activities as islamic baking user/customers. They're use murabahah contract which has now become popular in public. This study aims to determine how the implementation of the murabaha contract to finance home ownership based on the Fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council No. 04/DSN-MUI/IV/2000 about murabaha and how is the validity of the murabahah contract, in case the islamic banking user/customers has already made an advance payment to the supplier, then the rest repayment is done through the murabahah contract of islamic Bank.This study aims to find out the application of murabahah contract which is in accordance with sharia concepts and applicable regulations, especially in applying advance money to supliers and the acquittance will be processed using Murabahah contract by the islamic bank. This study uses Normative Juridical Approach and Descriptive Analysis. The result of this study is to indicate that the Murabahah contract which is in accordance with sharia concepts is when the object sold to the customer is first belong to the bank. So that, the application of a legal down payment in accordance with sharia concepts, will be paid to the bank that registered as the object's owner to finally be resold to the customer.

Keywords: down payment; home financing; murabahah contract.


Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.24198/acta.v3i1.333

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

This journal indexed on:

                                      

 

 Journal Accreditation:


Plagiarism Check:
Creative Commons License

ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

  ACTA DIURNAL © 2017