Main Article Content

Abstract

ABSTRAK


Hukum Islam mengajarkan keadilan dalam banyak hal, perlakuan keadilan harus dilakukan dengan seadil-adilnya, termasuk juga terhadap pelaku dan korban. Pelaku dalam kasus pembunuhan disengaja dan kasus penganiayaan telah ditentukan jenis hukumannya dalam bentuk qishâsh, diyat dan hukuman tambahan lainnya. Hukuman tersebut merupakan hak korban dalam rangka memuliakan dan menghormati hak asasi manusia korban. Artikel ini membahas perlindungan korban dalam kasus pembunuhan disengaja dan penganiayaan berdasarkan hukum islam dan hubungannya dengan restorative justice. Beranjak dari hal tersebut, artikel ini dibahas dengan berpedoman kepada penelitian hukum doktrinal dan ditulis melalui penelusuran literatur hukum dengan kesimpulan berpikir yang kritis dan rasional dari pola deduktif. Dalam hukum Islam tidak selamanya qishash harus dilaksanakan dalam kasus pembunuhan disengaja dan penganiayaan, ada kalanya hukuman tersebut diganti dengan diyat. Pergantian qishâsh ke diyat menunjukkan hukum Islam benar-benar memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban, pergantian jenis hukuman tersebut dapat terjadi apabila korban memberikan maaf kepada pelaku, hal ini menunjukkan hukum Islam jauh sebelumnya telah menerapkan restorative justice.


Kata kunci: keadilan; korban; pelaku.



ABSTRACT


Islamic law teaches justice in many ways, the treatment of justice must be done fairly, including the perpetrators and victims. Perpetrators in cases of intentional murder and cases of assault have been given the type of punishment in the form of qishash, diyat and other additional punishments. The punishment is the right of the victim in order to honor and respect the human rights of the victim. This article discusses the protection of victims in cases of intentional homicide and maltreatment under Islamic law and its relation to restorative justice. Moving on from this, this article is discussed based on doctrinal legal research and is written through a search of the legal literature with the conclusion of critical and rational thinking from deductive patterns. In Islamic law, qishash does not always have to be carried out in cases of intentional murder and persecution, there are times when the punishment is replaced with diyat. The substitution of gishash to diyat shows that Islamic law really provides maximum protection to the victim, the change in the type of punishment can occur if the victim apologizes to the perpetrator, this shows that Islamic law has implemented restorative justice long before.
Keywords: justice; performers; victims.

Keywords

keadilan korban pelaku

Article Details

How to Cite
Panjaitan, B. S. (2022). PERLINDUNGAN KORBAN DALAM KASUS PEMBUNUHAN DAN PENGANIAYAAN BERDASARKAN HUKUM ISLAM DAN HUBUNGANNYA DENGAN RESTORATIVE JUSTICE. Jurnal Bina Mulia Hukum, 7(1), 1-16. https://doi.org/10.23920/jbmh.v7i1.720

References

  1. Buku:
  2. Abbas Syauman, Hukum Aborsi dalam Islam, Cindekia, Jakarta: 2004
  3. Abdur Rohman I. Doi, Tindak Pidana dalam Syariat Islam, Rineka Cipta, Jakarta; 1992
  4. Jasser Auda, Reformasi Hukum Islam Berdasarkan Filsafat Makasid Syariah Pendekatan Sistem, Fakultas Syariah IAIN SU bekerjasama dengan La Tansa Press, Medan: 2014
  5. Lilik Mulyadi, Menggagas Model Ideal Pedoman Pemidanaan Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia, Kencana, Jakarta: 2020
  6. Mochtar Kusumaatmadja, Konsep-Konsep Hukum dalam Pembangunan, Alumni, Bandung: 2006
  7. Mudzakir, dkk., Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Politik Hukum Pidana dan Sistem Pemidanaan, Badan Pembinaan Hukum Nasioanl, Jakarta: 2011
  8. Muhammad Nur, Pengantar Dan Asas-Asas Hukum Pidana Islam, Yayasan PeNA Aceh, Aceh: 2020
  9. Noor Azizah, Hukum Pidana dan Hukum Pidana Islam, Manhaji dan Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, Medan: 2015
  10. Rokhmadi, Kritik Konstruksi Hukum Pidana Islam (Pemikiran ‘Abd Al-Qadir ‘Audah), eLSA Press, Semarang: 2019
  11. Syaukat Hussain, Hak Asasi Manusia dalam Islam, Gema Insani Press, Jakarta: 1996
  12. Zainudin Ali, Hukum Pidana Islam, Sinar Grafika, Jakarta: 2009
  13. Jurnal:
  14. Ahmad Mukri Aji, “Hak Dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam”, Salam, Vol 8, No 6, 2021
  15. Aksamawanti, “Konsep Diyat Dalam Diskursus Fiqh”, Syariati, Vol. I No. 03, 2016
  16. Atu Karomah, “Pandangan Hukum Islam Tentang Korban Kejahatan Dalam Konteks Hukum Positif Indonesia”, al Qisthâs, Vol. 9 No.2, 2018
  17. Budi Sastra Panjaitan, “Menegakkan Keadilan”, Majalah Tabligh, Edisi No. 1/XIX Jumadil Awal 1442 H/Januari 2021 M
  18. Chuzaimah Batubara, “Qishâsh: Hukuman Mati Dalam Perspektif Al-Quran”, Miqot, Vol. XXXIV No. 2, 2010
  19. Hafrida dan Helmi, “Perlindungan Korban Melalui Kompensasi Dalam Peradilan Pidana Anak”, Jurnal Bina Mulia Hukum,Vol 5, No 1, 2020
  20. Ibnu Hadjar, “Syari’at Islam dan Hukum Positif DI Indonesia”, Al-Mawarid, XVI, 2006
  21. Junaidi Abdillah dan Suryani, “Model Transformasi Fiqh Jinâyah Ke Dalam Hukum Pidana Nasional; Kritik Nazhariyat Al-'Uqûbah Terhadap Materi KUHP”, Masalah-Masalah Hukum, Jilid 47 No. 2, April 2018
  22. Johan Sullivan, “Kajian Hukum Sebab-Sebab Mendapat Dan Tidak Mendapat Warisan Menurut Hukum Waris Islam”, Lex Privatum, Vol. VII No. 3, 2019
  23. Lukman, “Tafsir Ayat Rahmatan Lil ‘Alamin Menurut Penafsiran Ahlu Sunnah, Muktazillah, Syiah, Dan Wahabi”, Millah, Vol XV No 2, 2016
  24. Lysa Angrayni, “Hukum Pidana Dalam Perspektif Islam Dan Perbandingannya Dengan Hukum Pidana Di Indonesia”, Hukum Islam, Vol. XV No. 1, Juni 2015
  25. M Amin Arifin, “Pidana Mati Menurut Hukum Nasional Dalam Hubungannya Dengan Hukum Islam”, Al-Ahkam, Vol 4 No 3, 2016
  26. Maria Novita Apriyani, “Implementasi Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual”, Risalah Hukum, Vol 17 No 1, Juni 2021
  27. Moh Khasan, “Prinsip-Prinsip Keadilan Hukum Dalam Asas Legalitas Hukum Pidana Islam”, Rechtsvinding, Vol 6 No 1, 2017
  28. Mukhsin Nyak Umar & Zara Zias, “Studi Hukum Pidana Islam Dan Hukum Pidanapositif Tentang Sanksi Pidana Bagi Pelaku Pembantu Tindak Pidana Pembunuhan”, Legitimasi, Vol. VI No. 1, Januari-Juni 2017
  29. Nafi’ Mubarok, Korban Pembunuhan dalam Prespektif Viktimologi dan Fikih Jinayat, Al-Qānūn, Vol. 12, No. 2, Desember 2009
  30. Noer Huda Noor, “Orientalis Dan Tokoh Islam Yang Terkontaminasi Dengan Pemikiran Orientalis Dalam Penafsiran Al-Qur’an”, Al-Daulah, Vol. 1 No. 2, 2013
  31. Rosdiana dan Ulum Janah, “Penerapan Restorative Justice Dalam Tindak Pidana Perzinaan Pada Masyarakat Kutai Adat Lawas”, Jurnal Bina Mulia Hukum, Vol 5 No 1, 2020
  32. Siti Anisah, “Penerapan Hukum Qishash Untuk Menegakkan Keadilan”, Jurnal Syariah, 4, 2016
  33. Sudarti, “Hukum Qishash Diyat: Sebuah Alternatif Hukuman Bagi Pelaku Kejahatan Pembunuhan Berencana di Indonesia”, Yudisia, Vol 12 No 1, 2021
  34. Taufik Hidayat, “Pandangan Hukum Pidana Islam Mengenai Kekerasan Fisik Terhadap Anak”, Jurnal Ilmiah Sya’riah, Vol 15 No. 2, 2016
  35. Vivi Ariyanti, “Konsep Perlindungan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana Nasional Dan Sistem Hukum Pidana Islam”, Al-Manāhij, Vol. XIII No. 1, 2019
  36. Sumber Lain:
  37. Muhammad Fachrurrozy Pulungan, “Mengikat Jalinan Hati Membangun Persaudaraan”, Harian Waspada, 3 Desember 2021