Main Article Content
Abstract
ABSTRAK
Konstitusi negara modern pada dasarnya adalah perwujudan dari gagasan dan cita-cita kebangsaan yang kemudian dimanifestasikan seiring dengan berdirinya suatu negara bangsa. Konstitusi suatu negara modern bukan hanya memuat prinsip-prinsip, norma-norma, aturan-aturan, dan susunan organisasi negara, akan tetapi juga mengandung identitas nasional yang terbentuk dari gagasan pendirian negara bangsa sehingga membedakannya dengan konstitusi negara lain. Artikel ini membahas negara bangsa pos-kolonial menjadi basis dalam menentukan identitas konstitusi Indonesia dan apa saja yang menjadi unsur-unsur pembentuk identitas konstitusi Indonesia dan bagaimanakah implikasi hukumnya terhadap ketatanegaraan Indonesia. Indonesia sebagai negara bangsa pos-kolonial memiliki identitas nasional berupa semangat dekolonisasi. Oleh karena itu, dalam pembentukan konstitusi suatu negara modern selalu muncul upaya mewujudkan sistem sendiri. Dalam suatu konstitusi, terdapat norma-norma yang bersifat sebagai identitas nasional dan fundamental yang menjadi inti dari konstitusi yaitu ‘identitas konstitusi‘. Identitas konstitusi harus dijaga dan dilindungi dari upaya perubahan.
Kata kunci: konstitusi; negara bangsa pos-kolonial; Undang-Undang Dasar 1945.
ABSTRACT
Constitution of a modern state basically is a manifestation of nations’ ideas and goals which is institutionalized pararel to forming of the state. Constitution of a modern state is not only consist of priciples, norms, regulations and organizational matters, but also consist of national identitiy which is formed from the ideas behind state formation itself. These are factors that make constitutions difrent one another. Indonesia as post-colonial nation state has its national identity in a form of decolonialization spirit. Therefore, there is always effort to make unique system in the forming process of a constitution. A constitution has a fundamental national identitiy which becomes the core of the constitution; this is known as ‘constitutional identity’. The constitutional identity must be guarded and protected from changing process.
Keywords: constitution, nation state post-colonial, 1945 Constitution.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Buku
- Aidul Fitriciada Azhari, UUD 1945 Sebagai Revolutiegroundwet–Tafsir postkolonial atas Gagasan-gagasan Revolusioner dalam Wacana Konstitusi Indonesia,: Jalasutra, Yogyakarta: 2011.
- Aidul Fitriciada Azhari, Rekonstruksi Tradisi Bernegara dalam UUD 1945, Genta Publishing, Yogyakarta: 2014.
- Bagir Manan dan Susi Dwi Harijanti, Memahami Konstitusi–Makna dan Aktualisasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2014.
- Hamdan Zoelva, Mengawal Konstitusionalisme, Konstitusi Press, Jakarta:2016.
- Janedjri M. Gaffar, Demokrasi Konstitusional–Praktik Ketatanegaraan Indonesia setelah Perubahan UUD 1945, Konstitusi Press, Jakarta: 2012.
- Jimly Asshiddiqie, Perkembangan & Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, Sinar Grafika, Jakarta: 2012.
- Roznai, Yaniv, Unconstitutional Constitutional Amandements: A Study of the Nature and Limits of Contitutional Amandement Powers, The London School of Economics and Political Science, London: 2014.
- Susi Dwi Harijanti, et al. (ed) Interaksi Konstitusi dan Politik: Kontektualisasi Pemikiran Sri Soemantri, PSKN UNPAD, Bandung: 2016.
- Yudi Latif, Negara Paripurna–Historitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 2015.
- Jurnal
- Aidul Fitriciada Azhari, “Negara Hukum Indonesia: Dekolonisasi dan Rekonstruksi Tradisi”, Jurnal Hukum UIS QUIA IUSTUM No. 4 Vol. 19, Oktober 2012.
- Aidul Fitriciada Azhari, “Ideologi dan Konstitusi dalam Perkembangan Negara-Bangsa Indoensia: Rekonstruksi, Tradisi, Dekolonisasi, dan Demokratisasi”, Jurnal Media Hukum, Vol. 20 No. 1, Juni 2013.
- David Fildler, “Introduction: Eastphalia Emerging?: Asia, International Law, adn Global Governance”, Indiana Journal of Global Legal Studies, 2010.
- Richard Albert, “Nonconstitutional Amandments”, Kanada: The Canadian Journal of Law & Jurisprudence, 2009.
- Peraturan Perundang-Undangan:
- Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (sebelum amandemen);
- Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (setelah amandemen kesatu s.d keempat);
References
Buku
Aidul Fitriciada Azhari, UUD 1945 Sebagai Revolutiegroundwet–Tafsir postkolonial atas Gagasan-gagasan Revolusioner dalam Wacana Konstitusi Indonesia,: Jalasutra, Yogyakarta: 2011.
Aidul Fitriciada Azhari, Rekonstruksi Tradisi Bernegara dalam UUD 1945, Genta Publishing, Yogyakarta: 2014.
Bagir Manan dan Susi Dwi Harijanti, Memahami Konstitusi–Makna dan Aktualisasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2014.
Hamdan Zoelva, Mengawal Konstitusionalisme, Konstitusi Press, Jakarta:2016.
Janedjri M. Gaffar, Demokrasi Konstitusional–Praktik Ketatanegaraan Indonesia setelah Perubahan UUD 1945, Konstitusi Press, Jakarta: 2012.
Jimly Asshiddiqie, Perkembangan & Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, Sinar Grafika, Jakarta: 2012.
Roznai, Yaniv, Unconstitutional Constitutional Amandements: A Study of the Nature and Limits of Contitutional Amandement Powers, The London School of Economics and Political Science, London: 2014.
Susi Dwi Harijanti, et al. (ed) Interaksi Konstitusi dan Politik: Kontektualisasi Pemikiran Sri Soemantri, PSKN UNPAD, Bandung: 2016.
Yudi Latif, Negara Paripurna–Historitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 2015.
Jurnal
Aidul Fitriciada Azhari, “Negara Hukum Indonesia: Dekolonisasi dan Rekonstruksi Tradisi”, Jurnal Hukum UIS QUIA IUSTUM No. 4 Vol. 19, Oktober 2012.
Aidul Fitriciada Azhari, “Ideologi dan Konstitusi dalam Perkembangan Negara-Bangsa Indoensia: Rekonstruksi, Tradisi, Dekolonisasi, dan Demokratisasi”, Jurnal Media Hukum, Vol. 20 No. 1, Juni 2013.
David Fildler, “Introduction: Eastphalia Emerging?: Asia, International Law, adn Global Governance”, Indiana Journal of Global Legal Studies, 2010.
Richard Albert, “Nonconstitutional Amandments”, Kanada: The Canadian Journal of Law & Jurisprudence, 2009.
Peraturan Perundang-Undangan:
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (sebelum amandemen);
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (setelah amandemen kesatu s.d keempat);