Main Article Content
Abstract
To overcome the problem of unequal land ownership, the concept of waqf land has recently been initiated as an alternative to implementing land reform. This article examines the arguments for the idea of waqf land from its jurisprudential aspect and proposes the positive legal framework necessary to implement it. This study uses a normative legal research method using two approaches, namely the statutory approach and the conceptual approach. The results of this research conclude that waqf land as an alternative for implementing land reform is very possible considering that the aim of both is to realize the welfare of the people equally. However, the implementation of waqf land as an alternative to land reform must still follow fiqh of waqf procedures and be aligned with land reform objectives.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Book
- Al-Qaradawi, Y. (2007). Fiqh Prioritas, Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta: Robbani Press.
- Az-Zuhaily, W. (2011). Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Jakarta: Darul Fikir.
- Herlindah, Abd Shomad, Agus Sekarmadji. (2021). Kepemilikan Tanah dalam Perspektif Islam. Malang: Literasi Nusantara.
- Ningsih, Y. P. (2021). Fiqih Ibadah. Bandung: Media Sains Indonesia, Bandung.
- Ridwan. Hukum Pertanahan Islam (Purwokerto: Penerbit STAIN Press,, 2021)
- Shohibuddin, M. (2019). Wakaf Agraria Signifikansi Wakaf bagi Agenda Reforma Agraria. Yogyakarta: Baitul Hikmah.
- Syahbanu, A dan Maimunah, S., et.all. (2021). Oligarki Ekstraktif dan Penurunan Kualitas Hidup Rakyat. Jakarta: Jaringan Advokasi Tambang.
- Winters, J. (2011). Oligarki. Jakarta: Gramedia.
- Wiradi, G. (2009). Reforma Agraria: Perjalanan yang Belum Berakhir. Yogyakarta: Insist Press & KPA.
- Journal
- AV Manjunatha, Asif Reza Anik, S. Speelman, EA Nuppenau. (2013). Dampak fragmentasi lahan, ukuran lahan pertanian, kepemilikan lahan dan keanekaragaman tanaman terhadap keuntungan dan efisiensi pertanian beririgasi di India. Kebijakan Penggunaan Lahan , 397-405.
- Baqutayan, S. M. (2018). Waqf between the past and present. Mediterranean Journal of Social Sciences, 9(4), 149.
- Fahruroji. (2019). Wakaf Kontemporer. Badan Wakaf Indonesia.
- Governance, R. (n.d.). Retrieved from Resource Governance: https://www.resourcegovernance.org/sites/default/files/nrgi_Legal-Framework.pdf
- Hadinatha, M.F. (2022). Penataan Materi Muatan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden dalam Sistem Hukum Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, Vol 19 No. 2 - Juni: 133-147
- Hanifuddin, I. (2018). Res Nullius Waqf: Dinamika Relasi Penguasaan Wilayah oleh Negara dan Kepemilikan Aset Tanah Wakaf oleh Umat serta Ide Perspektif Penguatan Fungsi dan Daya Guna Wakaf. Kodifikasia, 12(1), 77-92.
- Hatim, A. (2021). Reformasi Peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam Ekosistem Wakaf Nasional sebagai Jalan Menuju Reforma Agraria. Jurnal Hukum Lex Generalis, 9(2), 818-819.
- Herlindah, H., Kholish, M.A. and Galib, A.M. (2022). Suing the Oligarchy of Ownership and Control of Agricultural Land in Indonesia: A Maqashid Sharia Review of the Land of Agrarian Reform Objects (TORA) Exceeding the Maximum Boundary. Media Syari'ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial, 24(2). DOI: 10.22373/jms.v24i2.12960
- Herlindah, Rohmah S, Mushoffa I, and Kodir A. (2023). “The Deconstruction of Nahdlatul Ulama Activists Against The Concept of Agrarian Reform Based on Fiqh of Priorities.” Jurisdictie 14 (2): 106–26. doi:https://doi.org/10.18860/j.v14i1.21037.
- Jean-Christophe Diepart, Thol Sem. (2016). Wilayah yang Terfragmentasi: Penutupan yang Tidak Lengkap dan Perubahan Agraria di Perbatasan Pertanian Distrik Samlaut, Kamboja Barat Laut. Jurnal Perubahan Agraria , 156–177.
- Jha, R., Nagarajan, HK, Prasanna, S. (2005). Fragmentasi lahan dan implikasinya terhadap produktivitas: bukti dari India Selatan. Kertas Kerja . Canberra: Pusat Penelitian Asia Selatan Australia.
- Kahf, M. (2016). Waqf: a quick overview. http://monzer. kahf. com/papers/english/WAQF_A_QUICK_OVERVIEWdf.
- Karim, S. A. (2010). Contemporary shari’a compliance structuring for the development and management of waqf assets in Singapore. Kyoto Bulletin of Islamic Area Studies, 143-164.
- Khalid Mahmood Arif; Iftikhar Alam; Muhammad Mumtaz Ul Hasan; Iskandar Muda; Maria Mann; Talib Ali Awan. (2021). Administration And Reforms In The Period Of Hazrat Umar: Analytical View. Webology, 878-885.
- Li, TM (2001). Diferensiasi Agraria dan Batasan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Dataran Tinggi Asia Tenggara. Buletin IDS , 88-94.
- Madjid, S. S. (2018). Prinsip-prinsip (asas) Mua’malah. Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah, 2(1), 17.
- Marks, D., Sirithet, A., Rakyuttitham, A., Wulandari, S., Chomchan, S., & Samranjit, P. (2015). Perampasan lahan dan dampaknya terhadap petani skala kecil di sub-wilayah Asia Tenggara. . Bangkok: Undang-Undang Lokal Thailand .
- Murtadho, R. (2018). “Kritik Ekonomi-Politik RAPS.” Prisma, 38 (3): 117–131.
- Pribadi, DO, & Pauleit, S. (2015). Dinamika pertanian pinggiran kota selama pesatnya urbanisasi di Wilayah Metropolitan Jabodetabek. Kebijakan penggunaan lahan , 13-24.
- Syamsuri, et.al. (2020). Potensi Wakaf di Indonesia (Kontribusi Wakaf dalam Mengurangi Kemiskinan). Malia: Jurnal Ekonomi Islam, 12(1), 81.
- Usman, N. (2016). Nurodin Usman, Subjek-subjek Wakaf: Kajian Fiqih mengenai Wakif dan Nadzir, Cakrawala Vol.XI No.2 Desember 2016, hlm. 149. Cakrawala, 149.
- Legislations
- Decree of the People's Consultative Assembly of the Republic of Indonesia Number IX/MPR/200I concerning Agrarian Reform and Natural Resource Management
- Law Number 17 of 2005 concerning the National Long Term Development Plan 2005-2025
- Law Number 12 of 2011 concerning the Formation of Legislative Regulations
- Law Number 41 of 2004 concerning Waqf
- Presidential Regulation Number 86 of 2018 concerning Agrarian Reform
- Other Resources
- Sodiki, A. (2014). Menyejahterakan Rakyat Lewat Landreform. 1, 27-28.
- Soemardjan, S. (1962). Land Reform in Indonesia. Asian Survey, 23-30.
References
Book
Al-Qaradawi, Y. (2007). Fiqh Prioritas, Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta: Robbani Press.
Az-Zuhaily, W. (2011). Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Jakarta: Darul Fikir.
Herlindah, Abd Shomad, Agus Sekarmadji. (2021). Kepemilikan Tanah dalam Perspektif Islam. Malang: Literasi Nusantara.
Ningsih, Y. P. (2021). Fiqih Ibadah. Bandung: Media Sains Indonesia, Bandung.
Ridwan. Hukum Pertanahan Islam (Purwokerto: Penerbit STAIN Press,, 2021)
Shohibuddin, M. (2019). Wakaf Agraria Signifikansi Wakaf bagi Agenda Reforma Agraria. Yogyakarta: Baitul Hikmah.
Syahbanu, A dan Maimunah, S., et.all. (2021). Oligarki Ekstraktif dan Penurunan Kualitas Hidup Rakyat. Jakarta: Jaringan Advokasi Tambang.
Winters, J. (2011). Oligarki. Jakarta: Gramedia.
Wiradi, G. (2009). Reforma Agraria: Perjalanan yang Belum Berakhir. Yogyakarta: Insist Press & KPA.
Journal
AV Manjunatha, Asif Reza Anik, S. Speelman, EA Nuppenau. (2013). Dampak fragmentasi lahan, ukuran lahan pertanian, kepemilikan lahan dan keanekaragaman tanaman terhadap keuntungan dan efisiensi pertanian beririgasi di India. Kebijakan Penggunaan Lahan , 397-405.
Baqutayan, S. M. (2018). Waqf between the past and present. Mediterranean Journal of Social Sciences, 9(4), 149.
Fahruroji. (2019). Wakaf Kontemporer. Badan Wakaf Indonesia.
Governance, R. (n.d.). Retrieved from Resource Governance: https://www.resourcegovernance.org/sites/default/files/nrgi_Legal-Framework.pdf
Hadinatha, M.F. (2022). Penataan Materi Muatan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden dalam Sistem Hukum Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, Vol 19 No. 2 - Juni: 133-147
Hanifuddin, I. (2018). Res Nullius Waqf: Dinamika Relasi Penguasaan Wilayah oleh Negara dan Kepemilikan Aset Tanah Wakaf oleh Umat serta Ide Perspektif Penguatan Fungsi dan Daya Guna Wakaf. Kodifikasia, 12(1), 77-92.
Hatim, A. (2021). Reformasi Peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam Ekosistem Wakaf Nasional sebagai Jalan Menuju Reforma Agraria. Jurnal Hukum Lex Generalis, 9(2), 818-819.
Herlindah, H., Kholish, M.A. and Galib, A.M. (2022). Suing the Oligarchy of Ownership and Control of Agricultural Land in Indonesia: A Maqashid Sharia Review of the Land of Agrarian Reform Objects (TORA) Exceeding the Maximum Boundary. Media Syari'ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial, 24(2). DOI: 10.22373/jms.v24i2.12960
Herlindah, Rohmah S, Mushoffa I, and Kodir A. (2023). “The Deconstruction of Nahdlatul Ulama Activists Against The Concept of Agrarian Reform Based on Fiqh of Priorities.” Jurisdictie 14 (2): 106–26. doi:https://doi.org/10.18860/j.v14i1.21037.
Jean-Christophe Diepart, Thol Sem. (2016). Wilayah yang Terfragmentasi: Penutupan yang Tidak Lengkap dan Perubahan Agraria di Perbatasan Pertanian Distrik Samlaut, Kamboja Barat Laut. Jurnal Perubahan Agraria , 156–177.
Jha, R., Nagarajan, HK, Prasanna, S. (2005). Fragmentasi lahan dan implikasinya terhadap produktivitas: bukti dari India Selatan. Kertas Kerja . Canberra: Pusat Penelitian Asia Selatan Australia.
Kahf, M. (2016). Waqf: a quick overview. http://monzer. kahf. com/papers/english/WAQF_A_QUICK_OVERVIEWdf.
Karim, S. A. (2010). Contemporary shari’a compliance structuring for the development and management of waqf assets in Singapore. Kyoto Bulletin of Islamic Area Studies, 143-164.
Khalid Mahmood Arif; Iftikhar Alam; Muhammad Mumtaz Ul Hasan; Iskandar Muda; Maria Mann; Talib Ali Awan. (2021). Administration And Reforms In The Period Of Hazrat Umar: Analytical View. Webology, 878-885.
Li, TM (2001). Diferensiasi Agraria dan Batasan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Dataran Tinggi Asia Tenggara. Buletin IDS , 88-94.
Madjid, S. S. (2018). Prinsip-prinsip (asas) Mua’malah. Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah, 2(1), 17.
Marks, D., Sirithet, A., Rakyuttitham, A., Wulandari, S., Chomchan, S., & Samranjit, P. (2015). Perampasan lahan dan dampaknya terhadap petani skala kecil di sub-wilayah Asia Tenggara. . Bangkok: Undang-Undang Lokal Thailand .
Murtadho, R. (2018). “Kritik Ekonomi-Politik RAPS.” Prisma, 38 (3): 117–131.
Pribadi, DO, & Pauleit, S. (2015). Dinamika pertanian pinggiran kota selama pesatnya urbanisasi di Wilayah Metropolitan Jabodetabek. Kebijakan penggunaan lahan , 13-24.
Syamsuri, et.al. (2020). Potensi Wakaf di Indonesia (Kontribusi Wakaf dalam Mengurangi Kemiskinan). Malia: Jurnal Ekonomi Islam, 12(1), 81.
Usman, N. (2016). Nurodin Usman, Subjek-subjek Wakaf: Kajian Fiqih mengenai Wakif dan Nadzir, Cakrawala Vol.XI No.2 Desember 2016, hlm. 149. Cakrawala, 149.
Legislations
Decree of the People's Consultative Assembly of the Republic of Indonesia Number IX/MPR/200I concerning Agrarian Reform and Natural Resource Management
Law Number 17 of 2005 concerning the National Long Term Development Plan 2005-2025
Law Number 12 of 2011 concerning the Formation of Legislative Regulations
Law Number 41 of 2004 concerning Waqf
Presidential Regulation Number 86 of 2018 concerning Agrarian Reform
Other Resources
Sodiki, A. (2014). Menyejahterakan Rakyat Lewat Landreform. 1, 27-28.
Soemardjan, S. (1962). Land Reform in Indonesia. Asian Survey, 23-30.