Articles

Legal Political Implication of Absentee Land Exemptions for Retired Civil Servants within Agrarian Reform Framework

PDF

Abstract

The exception allowing retired Civil Servants to retain absentee agricultural land under Government Regulation No. 4 of 1977 raises concerns about agrarian justice and its consistency with Article 10 of the Basic Agrarian Law. This study aims to analyze the legal-political implications of this exemption within the framework of agrarian reform and agrarian justice. The novelty of this research lies in its legal-political analysis that positions the exemption of absentee land ownership for retired Civil Servants as a deviation from the principle of redistributive justice in agrarian reform, while comparing it with the legal-political framework of voluntary land rights relinquishment that has been recognized within agrarian law but remains underutilized in practice. This study employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and legal-politica, and historical approaches. The exception potentially perpetuates structural inequality and weakens the redistributive objectives of agrarian reform. The policy should be reformulated through stricter limitations, supervision, integrated land ownership data, and voluntary relinquishment. Presidential Regulation No. 62 of 2023 can support the identification, verification, evaluation, and redistribution of absentee land to landless or land-poor farmers, accompanied by appropriate incentives or alternative mechanisms to ensure retirees’ economic security.

References

  1. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, Muhammad Syauqi, Jhovan Eko Saputra, and Abdul Adzim Hilmi Ahmad. “Politik Hukum terkait Pertanahan (Agraria) Indonesia.” Majelis: Jurnal Hukum Indonesia 2, no. 2 (2025): 1–10. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i2.611.
  2. Alvionita, Ni Made Asri, I Made Arya Utama, and Putu Tuni Cakabawa Landra. “Penataan Kepemilikan Tanah Pertanian secara Absentee melalui Program Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL).” Acta Comitas 1, no. 1 (2018): 75–91.
  3. Apriani, Desi, and Arifin Bur. “Kepastian Hukum dan Perlindungan Hukum dalam Sistem Publikasi Pendaftaran Tanah di Indonesia.” Jurnal Bina Mulia Hukum 5, no. 2 (2021): 220–39. https://doi.org/10.23920/jbmh.v5i2.11.
  4. Arba, H. M. Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.
  5. Arifin, Ardian Firmansyah, and Oemar Moechthar. “Penerapan Konsep Trust of Land dalam Sistem Hukum Agraria: Suatu Perbandingan Hukum antara Indonesia dan Britania Raya.” Media Iuris 5, no. 3 (2022): 351–80. https://doi.org/10.20473/mi.v5i3.34969.
  6. Ayu Rizaty, Monavia. “Data Kepadatan Penduduk Indonesia.” Data Indonesia, 2023. https://dataindonesia.id/varia/detail/data-kepadatan-penduduk-indonesia-20132023.
  7. Aziz Nasihuddin, Abdul, Eko Arief W., Kartika Winkar, Nurani Ajeng TU, Kodrat Alam, Toni Riyamukti, Adi Kusandi, et al. Teori Hukum Pancasila. Cetakan pertama. Tasikmalaya: CV Elvaretta Buana, 2021.
  8. Bo’a, Fais Yonas. “Pancasila sebagai Sumber Hukum dalam Sistem Hukum Nasional.” Jurnal Konstitusi 15, no. 1 (2018): 27–49. https://doi.org/10.31078/jk1512.
  9. Djakaria, Mulyani. “Aspek Hukum Administrasi Kependudukan Dihubungkan dengan Kepemilikan Tanah secara Absentee.” Bina Hukum Lingkungan 1, no. 1 (2016): 125–33. https://doi.org/10.24970/jbhl.v1n1.10.
  10. Fauzi, Ahmad. “Reformasi Agraria dalam Kerangka Otonomi Daerah.” Jurnal Bina Mulia Hukum 6, no. 2 (2022): 218–33. https://doi.org/10.23920/jbmh.v6i2.678.
  11. Kelsen, Hans. Pengantar Teori Hukum. Translated by Purwandari Siwi. Bandung: Nusa Media, 2008.
  12. Herdiyanti, Chita. “Kepemilikan Tanah Absentee oleh Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1977.” Acta Diurnal 1, no. 1 (2017): 103–14.
  13. Isnaini and Anggreni A. Lubis. Hukum Agraria Indonesia: Pelaksanaan PTSL dan Penyelesaian Konflik Agraria. 2020.
  14. Jhon, M. Echols, and Hasan Shadily. Kamus Inggris–Indonesia (An English–Indonesian Dictionary). Jakarta: Gramedia, 2012.
  15. Julyano, Mario, and Aditya Yuli Sulistyawan. “Pemahaman terhadap Asas Kepastian Hukum melalui Konstruksi Penalaran Positivisme Hukum.” Jurnal Crepido 1, no. 1 (2019): 13–22. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/crepido/.
  16. Kurniasari, Caca, Galih Rakasiwi, Habibillah, Ridho Arman Ramadhan Siregar, Muchhlis Adnan Indra, and Syahputra Didi. “Program Landreform sebagai Upaya Perubahan Kepemilikan Lahan secara Menyeluruh untuk Mencapai Kesejahteraan yang Adil dan Merata.” Al-Dalil: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum 2, no. 1 (2024): 62–69.
  17. Kusumaatmadja, Mochtar. Konsep-Konsep Hukum dalam Pembangunan. Bandung: PT Alumni, 2006.
  18. Monsaputra. “Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian menjadi Perumahan di Kota Padang Panjang.” Tunas Agraria 6, no. 1 (2023): 1–11. https://doi.org/10.31292/jta.v6i1.200.
  19. Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press, 2020.
  20. Mustafa, Bachsan. Sistem Hukum Administrasi Negara Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2001.
  21. Nanda Putri Ariska, Rahayu Subekti, and Purwono Sungkowo Raharjo. “Implementasi Peraturan Tanah Absentee dalam Hubungannya dengan Kepemilikan Tanah Pertanian di Kabupaten Temanggung.” Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum 1, no. 1 (2024): 204–11. https://doi.org/10.62383/terang.v1i1.88.
  22. Natashia. “Perlindungan Hukum terhadap Pemilik Tanah Pertanian yang Berdomisili di Luar Kecamatan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1964 tentang Pelaksanaan Pembagian Tanah dan Pemberian Ganti Rugi.” Jurnal Gagasan Hukum 2, no. 2 (2020): 222–55. https://doi.org/10.31849/jgh.v2i02.8560.
  23. Nurlinda, Ida. Monograf Hukum Agraria: Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat dan Keadilan Agraria. Bandung: LoGoz Publishing, 2013.
  24. Perkasa, Surya Rimba, Imam Koeswahyono, and Mohammad Hamidi Masykur. “Agricultural Absentee Land Ownership Rules: Problem or Solution for Farmers on Food Resilience Program?” BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan 10, no. 2 (2024): 142–54. https://doi.org/10.31292/bhumi.v10i2.783.
  25. Perwira, Adi, and Bagio Kadaryanto. “Peralihan Kepemilikan Tanah Pertanian Beda Domisili (Absentee) Menurut Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengendalian Tanah Pertanian di Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum 10, no. 1 (2021): 1–16. https://jih.ejournal.unri.ac.id/index.php/JIH/index.
  26. Pinontoan, Ernichel S. G., Harly S. Muaja, and Carlo A. Gerungan. “Pengaturan Tanah Guntai dan Hak Kepemilikan Tanah di Sulawesi Utara dan Akibat Hukumnya Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960.” Jurnal Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Lex Privatum 13, no. 3 (2024): 5–6.
  27. Putra, Chandra Dewangga Marditya. “Penerapan Larangan Pemilikan Tanah Pertanian secara Absentee.” Jurnal Hukum dan Kenotariatan 3, no. 2 (2019): 159. https://doi.org/10.33474/hukeno.v3i2.3364.
  28. Ramadhani, Rahmat. Dasar-Dasar Hukum Agraria. Medan: CV Pustaka Prima, 2019.
  29. Sabiq, Rafli Muhammad, and Nunung Nurwati. “Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Tindakan Kriminal.” Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik 3, no. 2 (2019): 161–67.
  30. Septia Kisedi Putri, Sanindia. “Kedudukan Hukum Surat Pernyataan Pelepasan Hak Atas Tanah.” Notary Journal 2, no. 2 (2022): 111–28.
  31. Supriadi. Hukum Agraria. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
  32. Susanto, Rosmidah, M. Hosen, and Sasmiar. “Penataan Struktur Hukum Hak Atas Tanah dalam Rangka Keadilan dan Investasi.” Retical Review 5, no. 2 (2023): 209–44.
  33. Syazali, Emir Adzan. “Akibat Hukum Redistribusi Tanah Landreform terhadap Perolehan Hak Atas Tanah.” Jurnal Yuridis Unaja 3, no. 1 (2020).
  34. Thalassa Falah, Annisa, Nur Adhim, and Mira Novana Ardani. “Kebijakan Kantor Pertanahan terhadap Larangan Kepemilikan Tanah ‘Absentee/Guntai’ di Kabupaten Sleman.” Diponegoro Law Journal 11, no. 3 (2022).
  35. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1958 tentang Penghapusan Tanah-Tanah Partikelir.” 1958.
  36. Wibowo, Agus, and Siti Mariyam. “Kontekstualisasi Hukum Agraria di Bidang Pertanahan setelah Otonomi Daerah di Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 3 (2021): 396–406. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i3.396-406.
  37. Widiarty, Wiwik Sri. Buku Ajar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Publika Global Media, 2024.
  38. Yonatan, I Gusti Nyoman, and Maria Hutapea. “Peran PPAT dalam Mencegah Pemilikan secara Absentee melalui Jual-Beli Hak Milik Atas Tanah Pertanian.” Justitia et Pax 34, no. 1 (2018): 119–35. https://doi.org/10.24002/jep.v34i1.1627.
  39. Yoseph, Raden, Gembong Rahmadi, and Hery Purnomo. “Kebijakan dan Konsekuensi Yuridis bagi Kepemilikan Tanah Pertanian Absentee yang Didapatkan karena Pewarisan.” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Papua (JPMP) 1, no. 2 (2019): 55–63.