Main Article Content

Abstract

ABSTRAK


Artikel ini menganalis pembangunan hukum nasional religius yang kerap kali dipersoalkan dan menimbulkan konflik serta ketegangan dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Hasil analisis menyimpulkan bahwa pembangunan hukum nasional yang religius di Indonesia adalah sebuah kewajaran dan keniscayaan, karena hukum yang baik harus didasarkan pada nilai-nilai, kenyataan, dan harapan masyarakat. Dengan Pancasila sebagai philosophische grondslag negara, maka dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi acuan dalam pembangunan hukum nasional yang religius, baik dalam pembentukan hukum, pelayanan hukum maupun penegakan hukum. Namun demikian, penting untuk memperhatikan kemajemukan dan sensivitas dari asas dan kaidah keagamaan, sehingga diperlukan kehati-hatian, sikap saling menghormati, dan prinsip demokrasi dalam pembangunan hukum nasional yang religius. Selain itu, pembangunan hukum nasional yang religius kerap mendapat tantangan, yang dapat dilihat secara umum dari pembentukan hukum yang rendah kuantitas maupun kualitasnya, serta penegakan dan pelayanan hukum yang koruptif dan mengabaikan prinsip etis/moral sebagai nilai religius. Karena itu, diperlukan kesadaran etis dalam pembangunan hukum nasional yang religius, serta mengarahkannya dalam rangka mencapai Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Kata kunci: agama; nilai religius; pembangunan hukum.


 


ABSTRACT


This article analyzes national religious law development, which is often questioned and causes conflict and tension in the Indonesian public order. The article conclude that Indonesia's national religious law development is ordinary and necessary because good law must be based on the community's values, reality, and expectations. With Pancasila as the philosophical foundation of the state, the basis of the Belief in the one and only God becomes a reference in the development of national religious law, both in the forming of law, legal services, and law enforcement. However, it is crucial to attend to the diversity and sensitivity of religious principles and norms so that caution, mutual respect, and democratic principles are needed to develop national religious law. Also, national religious law development often faces challenges, which can be seen in general from the making of laws that are low in quantity and quality and the enforcement and service of law that is corrupt and ignores ethical/moral principles as religious values. Therefore, ethical awareness is needed to develop national religious law and direct it to achieve Social Justice for all Indonesian people.


Keywords: legal development; religion; religious value.

Keywords

agama nilai religius pembangunan hukum

Article Details

How to Cite
Manan, B., Abdurahman, A., & Susanto, M. (2021). PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL YANG RELIGIUS: KONSEPSI DAN TANTANGAN DALAM NEGARA BERDASARKAN PANCASILA. Jurnal Bina Mulia Hukum, 5(2), 176-195. Retrieved from https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/jbmh/article/view/303

References

  1. Buku
  2. Ahmed, Dawood, Religion-State Relations. International IDEA Constitution-Building Primer 8. Stockholm: International IDEA, 2017.
  3. Bernard Arief Sidharta, Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fondasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum Sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia, Mandar Maju, Bandung: 1999.
  4. Geertz, Clifford. “Ikatan-Ikatan Primordial dan Politik Kebangsaan di Negara Baru” dalam Juwono Sudarsono (ed), Pembangunan Politik dan Perubahan Politik, Gramedia, Jakarta: 1976.
  5. Gleen, H. Patrick, Legal Traditions of the World: Sustainable Diversity In Law, Oxford University Press, Oxford: 2004.
  6. Imam, Syaukani dan A Ahsin Thoari, Dasar-Dasar Politik Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2007.
  7. Mohammad Hatta, Demokrasi Kita: Pikiran-Pikiran Tentang Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat, Sega Arsy, Bandung: 2009.
  8. ———, “Perkembangan Paham Pancasila”, dalam I. Wangsa Widjaja dan Meutia F. Swasono (ed), Mohammad Hatta, Kumpulan Pidato II dari Tahun 1951 s.d. 1979, Inti Indayu Press, Jakarta: 1983.
  9. Milsom, S. F. C., Historical Foundations of the Common Law, Butterworths, Toronto: 1981.
  10. Pound, Roscoe, Readings On the History and System of The Common Law, The Chipman Law Publishing Company, Boston: 1925.
  11. Saafroedin Bahar, A.B. Kusuma, dan Nannie Hudawati, ed. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Sekretariat Negara RI, Jakarta: 1995.
  12. Satjipto Rahardjo, Hukum dan Perubahan Sosial, Genta Publishing, Yogyakarta: 2009.
  13. Sunaryati Hartono, Hukum Ekonomi Pembangunan Indonesia, Binacipta, Bandung: 1988.
  14. Vollenhoven, C Van, De Ontdekking van Het Adatrecht, E.K. Brill, Leiden: 1928.
  15. Wilson, James Q., John J. Dilulio Jr., dan Meena Bose, American Government: Institutions & Policies, Cengage Learning, Stamford: 2015.
  16. Jurnal
  17. Jonassen, Frederick B. “Kiss the Book ... You’re President ...: ‘So Help Me God’ and Kissing the Book in the Presidential Oath of Office”, William and Mary Bill of Rights Journal, Vol. 20, No. 3, 2012, hlm. 853–953.
  18. Lev, Daniel S. “The Supreme Court and Adat Inheritance Law in Indonesia” The American Journal of Comparative Law, Vol. 11, No. 2, 1962, hlm. 205–24.
  19. Lobingier, Charles Sumner. “Napoleon and His Code”, Harvard Law Review, Vol. 32, No. 2, 1918, hlm. 114–34.
  20. Nieuwenhuis, Aernout J. “State and religion, a multidimensional relationship: Some comparative law remarks” International Journal of Constitutional Law, Vol. 10, No. 1, 2012, hlm. 153–74.
  21. Pfander, James E. “So Help Me God: Religion And Presidential Oath-Taking”, Constitutional Commentary, Vol. 16, 1999, hlm. 549–53.
  22. Internet
  23. Holmberg, Tom. “The Civil Code: an Overview”, The Napoleon Series, 2002. , [diakses 10/12/2020].
  24. “How Members Appointed,” 2020, , [diakses 10/12/2020].
  25. "Many Countries Favor Specific Religions, Officially or Unofficially", 2017, , [diakses 10/12/2020].
  26. “Sekjen Kemenag Akui Khilaf Pilih Plt Dirjen Bimas Katolik Beragama Islam,” 2020. , [diakses 10/12/2020].