Main Article Content

Abstract

ABSTRAK


Pelayanan kesehatan merupakan salah satu unsur upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan baik perseorangan, maupun kelompok atau masyarakat secara keseluruhan. Pelayanan kesehatan perseorangan baik dilakukan secara praktik mandiri atau terorganisir dalam sarana kesehatan seperti klinik dan rumah sakit hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, yaitu dokter. Profesi dokter merupakan profesi luhur yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kedokteran yang memiliki kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Seorang dokter dituntut untuk melaksanakan profesinya sesuai dengan standar ilmu serta kewenangan yang dimilikinya. Akan tetapi insiden keselamatan pasien tidak selalu semata-mata terjadi akibat kelalaian dokter. Insiden keselamatan pasien dapat terjadi akibat perkembangan pesat teknologi kesehatan yang selalu ditawarkan oleh rumah sakit. Rumah sakit tidak lagi semata-mata sebagai institusi kesehatan, tetapi juga sebagai institusi bisnis yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanannya dengan menerapkan manajemen bisnis guna mendapatkan keuntungan. Guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien, maka rumah sakit wajib menerapkan standar keselamatan pasien dan dokter hanya bertanggungjawab atas kesalahan yang mengakibatkan terjadinya insiden keselamatan pasien di rumah sakit.
Kata kunci: keselamatan pasien; pelayanan kesehatan; tanggungjawab dokter.


ABSTRACT


Health services is one element of efforts that can be made to improve the health status of both individuals and groups or society as a whole. Individual health services, whether carried out in independent practice or organized in health facilities such as clinics and hospitals, can only be provided by health professionals, namely doctors. The medical profession is a noble profession that devotes itself to the health sector and has knowledge and skills in the medical field and has the authority to carry out health efforts. A doctor is required to carry out his profession in accordance with the standards of knowledge and the authority he has. However, in carrying out their duties in health care, safety incidents often occur in patients. However, patient safety incidents do not always occur solely due to the negligence of doctors. Patient safety incidents can occur due to the rapid development of health technology that is always offered by the hospital. Hospitals are no longer solely as health institutions, but also as business institutions that are influenced by scientific developments and technological advances to improve the quality and reach of their services by implementing business management for profit. In order to realize patient safety-oriented health services, the hospital is obliged to apply patient safety standards and doctors are only responsible for errors that result in patient safety incidents in the hospital.
Keywords: patient safety; health care; doctor's responsibility.

Keywords

keselamatan pasien pelayanan kesehatan tanggungjawab dokter

Article Details

How to Cite
Komalawati, V., & Triswandi, E. F. (2022). TANGGUNG JAWAB DOKTER ATAS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT SEBAGAI INSTITUSI KESEHATAN. Jurnal Bina Mulia Hukum, 6(2), 174-186. https://doi.org/10.23920/jbmh.v6i2.687

References

  1. A. Buku
  2. Hermien Hadiati Koeswadji, Hukum Kedokteran (Studi Tentang Hubungan Hukum dalam Mana Dokter Sebagai Salah Satu Pihak Dokter), Bandung: Citra Aditya Bakti, 1998.
  3. Muhammad Sadi Is, Etika dan Hukum Kesehatan Teori dan Aplikasinya di Indonesia, Cet. 2., Jakarta: PT Balebat Dedikasi Prima, 2017.
  4. Ratna Suprapti Samil, Etika Kedokteran Indonesia, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2001.
  5. Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Asas-Asas Hukum Perdata, Bandung: PT Alumni, 2006.
  6. Sri Praptianingsih, Kedudukan Hukum Perawat dalam Upaya Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000.
  7. Veronica Komalawati, Peranan Informed Consent dalam Transaksi Terapeutik Persetujuan dalam Hubungan Dokter dan Pasien, Bandung: Pustaka Sinar Harapan, 1999.
  8. _____________, Hukum dan Etika dalam Praktek Dokter, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1989, hlm 100.
  9. B. Undang-Undang
  10. Undang-Undang Dasar 1945
  11. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran.
  12. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
  13. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.
  14. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia
  15. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Nasional.
  16. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien
  17. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran
  18. C. Sumber Lain
  19. Asep Candra, Water Birth Berujung Pada Kematian, KOMPAS, Diunggah pada 25 Mei 2012, https://lifestyle.kompas.com/read/2012/05/25/08004413/Water.Birth.Berujung.Kematian, diakses pada tanggal 25 September 2019 pada pukul 20.00 WIB.
  20. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, KKPRS, Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety) (Utamakan Keselamatan Pasien), ed 2, Jakarta: 2008, KKPRS, hlm 17, diakses pada tanggal 26 Juni 2020 pukul 21.00 WIB.
  21. Haryanto Njoto, Pertanggungjawaban Dokter dan Rumah Sakit Akibat Tindakan Medis yang Merugikan Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, DIH, Jurnal Ilmu Hukum , Surabaya, Agustus 2011, Vol 7 no. 14 hlm 57-71, diakses pada tanggal 5 Agustus 2020 pukul 14.00 WIB.
  22. WHO Collaborating Center, Patient Safety Solution Preamble, 2007, WHO Publisher, diakes pada tanggal 15 Juni 2020 Pukul 00.00 WIB.