Main Article Content
Abstract
abstrak
Transformasi digital di bidang pertanahan melalui Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2023 menghadirkan implikasi penting terhadap kedudukan Akta Jual Beli (AJB) atas tanah yang belum bersertifikat. Selama ini, AJB tanah belum bersertifikat masih banyak digunakan masyarakat sebagai dasar peralihan hak, khususnya di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Namun, penerapan sertipikat elektronik menimbulkan permasalahan mengenai keabsahan AJB tersebut, relevansinya dalam sistem elektronik, serta jaminan perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AJB tanah belum bersertifikat tidak dapat langsung diintegrasikan ke dalam basis data elektronik Kementerian ATR/BPN, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan potensi sengketa. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan mekanisme transisi yang jelas dan adaptif melalui konversi atau verifikasi administratif, sehingga AJB tanah belum bersertifikat tetap memiliki pengakuan hukum. Artikel ini menyarankan adanya skema legalisasi AJB yang proporsional agar tetap memberi perlindungan hukum kepada pembeli beritikad baik sekaligus mendukung konsistensi kebijakan pertanahan nasional di era digital.
Kata kunci: Akta Jual Beli, Tanah Belum Bersertifikat, Sertifikat Elektronik, PPAT, Perlindungan Hukum.
abstract
The digital transformation of land administration in Indonesia, as regulated by the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency Regulation Number 3 of 2023, has significant implications for the legal status of Sale and Purchase Deeds (AJB) concerning uncertified land. Traditionally, AJB for uncertified land has been widely used by the community as the basis for land transfer, particularly in areas not yet fully covered by the Complete Systematic Land Registration (PTSL) program. However, the implementation of electronic land certificates raises issues regarding the validity of such deeds, their relevance within the electronic system, and the extent of legal protection afforded to bona fide purchasers. This study employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings reveal that AJB for uncertified land cannot be directly integrated into the electronic database of the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency, thereby creating legal uncertainty and potential disputes. To address this, a clear and adaptive transitional mechanism is required, such as conversion or administrative verification, to ensure the legal recognition of uncertified AJB. This article recommends the establishment of a proportional legalization scheme that provides adequate legal protection for bona fide purchasers while supporting the consistency of national land policies in the digital era.
Keywords: Sale and Purchase Deed (AJB), Uncertified Land, Electronic Land Certificate, Land Deed Official (PPAT), Legal Protection.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and will retain publishing rights without restrictions.
The submitted papers are assumed to contain no proprietary material unprotected by patent or patent application; responsibility for technical content and for protection of proprietary material rests solely with the author(s) and their organizations and is not the responsibility of the ACTA DIURNAL or its Editorial Staff. The main (first/corresponding) author is responsible for ensuring that the article has been seen and approved by all the other authors. It is the responsibility of the author to obtain all necessary copyright release permissions for the use of any copyrighted materials in the manuscript prior to the submission.
References
- Buku
- Adrian Sutedi. (2010). Peralihan Hak atas Tanah dan Pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika.
- Harsono, B. (2016). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan, Isi, dan Pelaksanaannya. Jakarta:
- Djambatan.
- Hadjon, P. M. (2017). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.
- Maria S.W. Sumardjono. (2008). Tanah dalam Perspektif Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Jakarta:
- Kompas.
- Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.
- Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. hlm 23. Bandung: Citra Aditya Bakti.
- Rahardjo, S. (2018). Hukum progresif: Kritik terhadap positivisme hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
- Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif. Jakarta: Rajawali Pers.
- Jurnal
- Asante, L. A., Quaye-Ballard, J. A., & Abdulai, R. T. (2020). Transparency of land administration and the
- role of blockchain technology. Land, 9(12), 491. https://doi.org/10.3390/land9120491
- Anindita, R. (2023). Implementasi kebijakan sertipikat elektronik dan implikasinya terhadap
- perlindungan hukum pemegang hak atas tanah. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(2), 245-266. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art5
- Adnyana, P. A. S., & Wijaya, I. K. K. A. (2024). Digital Transformation of Electronic Land Certificates:
- Solutions and Challenges in Indonesia's Modern Land Registration System. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i5.1209
- Anggraini, P. D. A., Aurora, A. D., Niravita, A., Fikri, M. A. H., & Nugroho, H. (2024). Electronic Certificates
- in Indonesia: Enhancing Legal Certainty or Introducing New Challenges?. Arkus, 11(1), 686–698. https://doi.org/10.37275/arkus.v11i1.659
- Diany, A. R., Ramli, A. M., Adolf, H., & Hasan, D. (2024). E-land registration system in Indonesia: Policy,
- progress, and challenges. International Journal of Public Law and Policy, 10(4), 411-429. https://doi.org/10.1504/IJPLAP.2024.141713
- Fauzi, A., & Lestari, D. (2022). Analisis pelaksanaan transformasi digital sertifikat tanah di era 4.0. Surya
- Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 9(1). https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/SKD/article/view/22496
- Hidayat, A. (2023). Tantangan profesi notaris dan PPAT dalam era sertifikat tanah elektronik. Jurnal
- Hukum dan Pembangunan, 53(1), 55–74. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no1.3333
- Hartana, & Karuni, K. D. (2023). Kajian keabsahan jual beli tanah yang belum bersertifikat dan akibat
- hukumnya menurut Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(3), 112–124. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPP/article/view/60833
- Haspada, D. (2025). The legal validity of e-certificates as evidence of legitimate land ownership. E-
- Politics: Journal of Law and Political Science, 4(2), 22-27. https://doi.org/10.24018/ejpolitics.2025.4.2.169
- Kaczorowska, A. (2019). Blockchain-based land registration: Possibilities and challenges. Masaryk
- University Journal of Law and Technology, 13(2), 339–360.
- https://doi.org/10.5817/MUJLT2019-2-6
- Krismantoro, D. (2023). The Urgency of Electronic Land Certificates in the Land Registration Legal
- System in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 11(10),. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i10.1808
- Kara, A., van Oosterom, P., Lemmen, C., et al. (2024). Refining the survey model of the LADM ISO
- 19152-2: Land Registration of the Edition II. Land Use Policy, 141, 107014. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2024.107014
- Lemmen, C., van Oosterom, P., Thompson, R., et al. (2015). The Land Administration Domain Model
- (LADM). Land Use Policy, 49, 535–545. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.01.014
- Lim, W., & Koh, C. (2021). E-land registration: Challenges and opportunities in the digital era.
- International Journal of Law and Information Technology, 29(3), 245–267. https://doi.org/10.1093/ijlit/eaab004
- Lim, K. (2022). Cybersecurity in land registration systems: Ensuring trust in digital property rights.
- Computer Law & Security Review, 46, 105738. https://doi.org/10.1016/j.clsr.2022.105738
- Prasetyo, T. (2021). Konsep perlindungan hukum preventif dan represif dalam sistem hukum nasional.
- Jurnal Yustisia, 10(2), 155–168. https://doi.org/10.20961/yustisia.v10i2.50012
- Prayogo, H. (2021). Kekuatan pembuktian akta otentik dalam sengketa pertanahan. Jurnal Hukum dan
- Peradilan, 10(2), 245–262. https://doi.org/10.25216/jhp.10.2.2021.245-262
- Putri, R. D., & Widodo, A. (2022). Tantangan transformasi digital pertanahan di Indonesia: Analisis
- infrastruktur dan kesiapan daerah. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(3), 421–440. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no3.3201
- Putri, D. A., Prasetyo, Y., & Nugroho, S. (2024). Current challenges and strategic directions for land
- administration systems in Indonesia: A DGRA-based assessment. International Journal of Digital Earth, 17(8), 1234–1256. https://doi.org/10.1080/14498596.2024.2360531
- Puspitasari, A. (2024). Transformasi pertanahan digital dan perlindungan hukum masyarakat kecil.
- Jurnal Hukum dan Pembangunan, 54(1), 77–95. https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no1.4012
- Prasetyo, D., & Rahmawati, I. (2025). Perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik atas objek tanah
- yang belum bersertifikat. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 136–141. https://jurnal.minartis.com/index.php/jpmittc/article/download/2990/2343/11621
- Rahmawati, D., & Kusumastuti, R. (2022) “Transformasi Digital Pertanahan Menuju Layanan Elektronik
- di Indonesia,” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(2), 245–266, https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss2.art5.
- Ramadhani, F., & Kurniawan, B. (2022). Akurasi input data elektronik oleh PPAT dalam sistem
- pendaftaran tanah digital. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 10(2), 299–316. https://doi.org/10.29303/ius.v10i2.2109
- Rosalina, A., & Prasetyo, H. (2023). Digitalisasi pertanahan dan implikasinya terhadap kepastian hukum
- hak atas tanah. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 53(2), 211–230. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no2.3402
- Sari, D. (2022). Kekuatan AJB dalam perspektif hukum agraria Indonesia. Jurnal Hukum Agraria
- Indonesia, 7(1), 45–60. https://doi.org/10.25041/jhai.v7i1.2211
- Sugianto, A. (2022). Harmonisasi kebijakan sertifikat tanah elektronik dengan sistem hukum agraria
- nasional. Jurnal RechtsVinding, 11(3), 411-430.
- https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i3.876
- Setyowati, R., & Rahardjo, B. (2022). Validitas dokumen pertanahan elektronik dalam perspektif hukum
- pembuktian. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(1), 77–95. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art5
- Sari, D. K. (2023). Perlindungan hukum bagi pembeli tanah beritikad baik dalam,sengketa pertanahan.
- Jurnal RechtsVinding, 12(2), 267–283. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i2.1011
- Suryaningsih, M., & Harahap, R. (2023). Validasi data pertanahan dalam era sertifikat elektronik:
- Problematika dan solusi hukum. Jurnal RechtsVinding, 12(1), 101–118. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i1.923
- Sari, N. P., & Wahyudi, T. (2024). Kebijakan percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap dalam
- mewujudkan kepastian hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(3), 455–472.
- Setiawan, R., & Putri, M. A. (2024). Pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik pada Badan
- Pertanahan Nasional dan Pejabat Pembuat Akta Tanah. ACTA DIURNAL: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 7(2). Universitas Padjadjaran. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/acta/article/view/1900
- Utami, N. P. (2023). Perlindungan data pribadi dalam implementasi sertifikat tanah elektronik. Jurnal
- RechtsVinding, 12(3), 377–394. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i3.999
- Utomo, S., Mulyani, A., & Hidayat, R. (2023). Problematika tumpang tindih status kepemilikan tanah.
- Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 6(2), 55–70.
- Wahyudi, T. (2021). Budaya hukum masyarakat pedesaan dan implikasinya terhadap kepastian hukum
- pertanahan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(4), 601–618.
- Widjaja, G. (2022). Tantangan implementasi sertifikat tanah elektronik dalam sistem pertanahan
- Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 29(1), 85–104. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art5
- Wulandari, N. (2024). Tantangan implementasi sertifikat elektronik: Kajian atas Permen ATR/BPN No.
- 3 Tahun 2023. Journal of Indonesian Legal Studies, 9(1), 101–118. https://doi.org/10.15294/jils.v9i1.42167
- Yuliana, D. (2023). Sosialisasi hukum digital dalam implementasi sertifikat tanah elektronik. Jurnal
- RechtsVinding, 12(2), 233–249. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i2.987
- Zevenbergen, J., Augustinus, C., Antonio, D., & Bennett, R. (2013). Pro-poor land administration:
- Principles for recording the land rights of the underrepresented. Land Use Policy, 31, 595–604. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2012.09.005
- Peraturan Perundang-Undangan
- Kementerian ATR/BPN. (2023). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
- Nasional Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penerbitan Dokumen Elektronik dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah. Jakarta: Kementerian ATR/BPN
- Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1980). Putusan No. 1231 K/Sip/1980. Jakarta: Mahkamah
- Agung RI.
- Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1955). Putusan No. 210 K/Sip/1955. Jakarta: Mahkamah Agung
- RI.
- Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2011). Putusan MA No. 2642 K/Pdt/2011. Jakarta: Mahkamah
- Agung RI.
- Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 4 Tahun
- 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan. Jakarta: Mahkamah Agung RI.
- Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Putusan MA No. 109 PK/Pdt/2018. Jakarta: Mahkamah
- Agung RI.
- Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-
- Pokok Agraria (UUPA). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104.
- Republik Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
- Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59.
- Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan,
- Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 28
- Sumber lain
- UN-Habitat. (2020). International guidelines on people-centred smart cities. Nairobi: UN-Habitat.
- https://unhabitat.org/sites/default/files/2025/02/international_guidelines_on_people_centr
- ed_smart_cities_10.02.25_shared.pdf (diakses pada 7/10/2025)
- UN-Habitat. (2021). Continuing digital transformation: New online interactive module. Nairobi: UN-
- Habitat. https://unhabitat.org/news/13-sep-2021/un-habitat-continuing-digital-transformation-launches-new-online-interactive-new (diakses pada 8/10/2025)
References
Buku
Adrian Sutedi. (2010). Peralihan Hak atas Tanah dan Pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika.
Harsono, B. (2016). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan, Isi, dan Pelaksanaannya. Jakarta:
Djambatan.
Hadjon, P. M. (2017). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.
Maria S.W. Sumardjono. (2008). Tanah dalam Perspektif Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Jakarta:
Kompas.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.
Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. hlm 23. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (2018). Hukum progresif: Kritik terhadap positivisme hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Jurnal
Asante, L. A., Quaye-Ballard, J. A., & Abdulai, R. T. (2020). Transparency of land administration and the
role of blockchain technology. Land, 9(12), 491. https://doi.org/10.3390/land9120491
Anindita, R. (2023). Implementasi kebijakan sertipikat elektronik dan implikasinya terhadap
perlindungan hukum pemegang hak atas tanah. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(2), 245-266. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art5
Adnyana, P. A. S., & Wijaya, I. K. K. A. (2024). Digital Transformation of Electronic Land Certificates:
Solutions and Challenges in Indonesia's Modern Land Registration System. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i5.1209
Anggraini, P. D. A., Aurora, A. D., Niravita, A., Fikri, M. A. H., & Nugroho, H. (2024). Electronic Certificates
in Indonesia: Enhancing Legal Certainty or Introducing New Challenges?. Arkus, 11(1), 686–698. https://doi.org/10.37275/arkus.v11i1.659
Diany, A. R., Ramli, A. M., Adolf, H., & Hasan, D. (2024). E-land registration system in Indonesia: Policy,
progress, and challenges. International Journal of Public Law and Policy, 10(4), 411-429. https://doi.org/10.1504/IJPLAP.2024.141713
Fauzi, A., & Lestari, D. (2022). Analisis pelaksanaan transformasi digital sertifikat tanah di era 4.0. Surya
Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 9(1). https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/SKD/article/view/22496
Hidayat, A. (2023). Tantangan profesi notaris dan PPAT dalam era sertifikat tanah elektronik. Jurnal
Hukum dan Pembangunan, 53(1), 55–74. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no1.3333
Hartana, & Karuni, K. D. (2023). Kajian keabsahan jual beli tanah yang belum bersertifikat dan akibat
hukumnya menurut Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(3), 112–124. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPP/article/view/60833
Haspada, D. (2025). The legal validity of e-certificates as evidence of legitimate land ownership. E-
Politics: Journal of Law and Political Science, 4(2), 22-27. https://doi.org/10.24018/ejpolitics.2025.4.2.169
Kaczorowska, A. (2019). Blockchain-based land registration: Possibilities and challenges. Masaryk
University Journal of Law and Technology, 13(2), 339–360.
https://doi.org/10.5817/MUJLT2019-2-6
Krismantoro, D. (2023). The Urgency of Electronic Land Certificates in the Land Registration Legal
System in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 11(10),. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i10.1808
Kara, A., van Oosterom, P., Lemmen, C., et al. (2024). Refining the survey model of the LADM ISO
19152-2: Land Registration of the Edition II. Land Use Policy, 141, 107014. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2024.107014
Lemmen, C., van Oosterom, P., Thompson, R., et al. (2015). The Land Administration Domain Model
(LADM). Land Use Policy, 49, 535–545. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.01.014
Lim, W., & Koh, C. (2021). E-land registration: Challenges and opportunities in the digital era.
International Journal of Law and Information Technology, 29(3), 245–267. https://doi.org/10.1093/ijlit/eaab004
Lim, K. (2022). Cybersecurity in land registration systems: Ensuring trust in digital property rights.
Computer Law & Security Review, 46, 105738. https://doi.org/10.1016/j.clsr.2022.105738
Prasetyo, T. (2021). Konsep perlindungan hukum preventif dan represif dalam sistem hukum nasional.
Jurnal Yustisia, 10(2), 155–168. https://doi.org/10.20961/yustisia.v10i2.50012
Prayogo, H. (2021). Kekuatan pembuktian akta otentik dalam sengketa pertanahan. Jurnal Hukum dan
Peradilan, 10(2), 245–262. https://doi.org/10.25216/jhp.10.2.2021.245-262
Putri, R. D., & Widodo, A. (2022). Tantangan transformasi digital pertanahan di Indonesia: Analisis
infrastruktur dan kesiapan daerah. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(3), 421–440. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no3.3201
Putri, D. A., Prasetyo, Y., & Nugroho, S. (2024). Current challenges and strategic directions for land
administration systems in Indonesia: A DGRA-based assessment. International Journal of Digital Earth, 17(8), 1234–1256. https://doi.org/10.1080/14498596.2024.2360531
Puspitasari, A. (2024). Transformasi pertanahan digital dan perlindungan hukum masyarakat kecil.
Jurnal Hukum dan Pembangunan, 54(1), 77–95. https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no1.4012
Prasetyo, D., & Rahmawati, I. (2025). Perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik atas objek tanah
yang belum bersertifikat. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 136–141. https://jurnal.minartis.com/index.php/jpmittc/article/download/2990/2343/11621
Rahmawati, D., & Kusumastuti, R. (2022) “Transformasi Digital Pertanahan Menuju Layanan Elektronik
di Indonesia,” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(2), 245–266, https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss2.art5.
Ramadhani, F., & Kurniawan, B. (2022). Akurasi input data elektronik oleh PPAT dalam sistem
pendaftaran tanah digital. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 10(2), 299–316. https://doi.org/10.29303/ius.v10i2.2109
Rosalina, A., & Prasetyo, H. (2023). Digitalisasi pertanahan dan implikasinya terhadap kepastian hukum
hak atas tanah. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 53(2), 211–230. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no2.3402
Sari, D. (2022). Kekuatan AJB dalam perspektif hukum agraria Indonesia. Jurnal Hukum Agraria
Indonesia, 7(1), 45–60. https://doi.org/10.25041/jhai.v7i1.2211
Sugianto, A. (2022). Harmonisasi kebijakan sertifikat tanah elektronik dengan sistem hukum agraria
nasional. Jurnal RechtsVinding, 11(3), 411-430.
https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i3.876
Setyowati, R., & Rahardjo, B. (2022). Validitas dokumen pertanahan elektronik dalam perspektif hukum
pembuktian. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(1), 77–95. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art5
Sari, D. K. (2023). Perlindungan hukum bagi pembeli tanah beritikad baik dalam,sengketa pertanahan.
Jurnal RechtsVinding, 12(2), 267–283. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i2.1011
Suryaningsih, M., & Harahap, R. (2023). Validasi data pertanahan dalam era sertifikat elektronik:
Problematika dan solusi hukum. Jurnal RechtsVinding, 12(1), 101–118. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i1.923
Sari, N. P., & Wahyudi, T. (2024). Kebijakan percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap dalam
mewujudkan kepastian hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(3), 455–472.
Setiawan, R., & Putri, M. A. (2024). Pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik pada Badan
Pertanahan Nasional dan Pejabat Pembuat Akta Tanah. ACTA DIURNAL: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 7(2). Universitas Padjadjaran. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/acta/article/view/1900
Utami, N. P. (2023). Perlindungan data pribadi dalam implementasi sertifikat tanah elektronik. Jurnal
RechtsVinding, 12(3), 377–394. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i3.999
Utomo, S., Mulyani, A., & Hidayat, R. (2023). Problematika tumpang tindih status kepemilikan tanah.
Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 6(2), 55–70.
Wahyudi, T. (2021). Budaya hukum masyarakat pedesaan dan implikasinya terhadap kepastian hukum
pertanahan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(4), 601–618.
Widjaja, G. (2022). Tantangan implementasi sertifikat tanah elektronik dalam sistem pertanahan
Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 29(1), 85–104. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art5
Wulandari, N. (2024). Tantangan implementasi sertifikat elektronik: Kajian atas Permen ATR/BPN No.
3 Tahun 2023. Journal of Indonesian Legal Studies, 9(1), 101–118. https://doi.org/10.15294/jils.v9i1.42167
Yuliana, D. (2023). Sosialisasi hukum digital dalam implementasi sertifikat tanah elektronik. Jurnal
RechtsVinding, 12(2), 233–249. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i2.987
Zevenbergen, J., Augustinus, C., Antonio, D., & Bennett, R. (2013). Pro-poor land administration:
Principles for recording the land rights of the underrepresented. Land Use Policy, 31, 595–604. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2012.09.005
Peraturan Perundang-Undangan
Kementerian ATR/BPN. (2023). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penerbitan Dokumen Elektronik dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah. Jakarta: Kementerian ATR/BPN
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1980). Putusan No. 1231 K/Sip/1980. Jakarta: Mahkamah
Agung RI.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1955). Putusan No. 210 K/Sip/1955. Jakarta: Mahkamah Agung
RI.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2011). Putusan MA No. 2642 K/Pdt/2011. Jakarta: Mahkamah
Agung RI.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 4 Tahun
2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan. Jakarta: Mahkamah Agung RI.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Putusan MA No. 109 PK/Pdt/2018. Jakarta: Mahkamah
Agung RI.
Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-
Pokok Agraria (UUPA). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104.
Republik Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan,
Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 28
Sumber lain
UN-Habitat. (2020). International guidelines on people-centred smart cities. Nairobi: UN-Habitat.
https://unhabitat.org/sites/default/files/2025/02/international_guidelines_on_people_centr
ed_smart_cities_10.02.25_shared.pdf (diakses pada 7/10/2025)
UN-Habitat. (2021). Continuing digital transformation: New online interactive module. Nairobi: UN-
Habitat. https://unhabitat.org/news/13-sep-2021/un-habitat-continuing-digital-transformation-launches-new-online-interactive-new (diakses pada 8/10/2025)