Analisis Pembatalan Izin Pembangunan PLTU Tanjung Jati A Berdasarkan Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan
Main Article Content
Abstract
Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia begitu krusial untuk pemenuhan energi. Di sisi lain, terdapat kekhawatiran terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan, salah satunya masyarakat Cirebon yang terdampak oleh pembangunan PLTU Tanjung Jati A. Emisi karbon dioksida yang dihasilkan PLTU berkontribusi terhadap perubahan iklim dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembatalan izin pembangunan PLTU Tanjung Jati A sebagai langkah preventif melindungi lingkungan dari kerusakan dan mengkaji implikasinya terhadap komitmen Indonesia dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penulis menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan menganalisis data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan praktik litigasi lingkungan yang ditempuh Penggugat atas Gugatan Pembatalan Izin Pembangunan PLTU Tanjung Jati A ke PTUN Bandung menjadi mekanisme hukum untuk mencegah terjadinya kerusakan ekologis meskipun masih berbentuk potensi. Implikasi pembatalan izin ini memperkuat komitmen Indonesia terhadap SDGs 7, SDGs 13, mendorong transisi energi menuju sumber daya terbarukan, dan menjadi preseden penting bagi perlindungan lingkungan hidup serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Kata kunci: pembangkit listrik tenaga uap; perubahan iklim; tujuan pembangunan berkelanjutan
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.