Integrasi Izin Agraria dan Zonasi Tata Ruang dalam Menurunkan Deforestasi: Bukti Kuasi-Eksperimental di Indonesia
Main Article Content
Abstract
Deforestasi di Indonesia masih tinggi akibat tumpang tindih izin pemanfaatan lahan dan lemahnya koherensi antara hukum agraria dan tata ruang. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh integrasi izin agraria dan zonasi tata ruang terhadap laju deforestasi di tingkat kabupaten/kota. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris dengan desain kuasi-eksperimental melalui metode Difference-in-Differences (DiD) pada data panel periode 2005–2022. Tingkat integrasi diukur menggunakan Synchronization Index (SyncIndex), yang merepresentasikan kesesuaian spasial antara izin agraria (HGU, IUP, HTI) dan zonasi Rencana Tata Ruang Wilayah. Hasil estimasi menunjukkan bahwa peningkatan SyncIndex berpengaruh signifikan terhadap penurunan deforestasi; peningkatan 0,1 poin SyncIndex menurunkan laju deforestasi sekitar 0,19 poin persentase per tahun. Analisis event study menunjukkan bahwa dampak integrasi regulasi meningkat dua hingga tiga tahun setelah implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa koherensi hukum antara rezim agraria dan tata ruang memperkuat kepastian hukum serta berfungsi sebagai instrumen preventif dalam tata kelola lingkungan.
Kata kunci: deforestasi; hukum agraria; koherensi hukum; tata kelola lingkungan; tata ruang
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.