Urgensi Penguatan Implementasi terkait Pelindungan Data Pribadi bagi Pemodal Sektor Jasa Keuangan Equity Crowdfunding di Indonesia (Studi Komparasi terhadap Negara Malaysia)

Main Article Content

Salwa Syakirah
Haipa Nisrina

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi hingga memasuki ranah finansial memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses investasi secara digital. Salah satunya dalam jenis investasi Equity Crowdfunding (ECF) yang marak digunakan oleh pengusaha UMKM) sebagai alternatif permodalan. Selain UMKM, kemudahan yang ditawarkan ECF turut berdampak bagi masyarakat luas yang dapat melakukan investasi secara digital dengan efisien. Namun, sangat disayangkan bahwa kemudahan yang ditawarkan belum mampu menutup risiko kejahatan terhadap data pribadi milik pemodal. Hingga kini, pengaturan pelindungan data pribadi dalam ECF masih terpaku pada Bab VI-VII POJK No. 57/POJK.04/2020 dengan kewajiban utama pada penyelenggara dan UU PDP. Selain ketentuan yang bersifat fundamental-teknis, belum terdapat lembaga independen yang secara khusus berwenang dalam menangani pelindungan data pribadi. UU PDP yang mengamanatkan pembentukan lembaga independen dalam pelindungan data pribadi tidak kunjung memberikan petunjuk akan eksistensinya. Penulisan ini bertujuan mengulas aspek pelindungan data pribadi pemodal ECF di Indonesia dalam POJK dan UU PDP yang disertai dengan perbandingan terhadap Malaysia dalam regulasi ECF dan PDP Malaysia, serta memiliki Komisi Penasihat Perlindungan Data Pribadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aspek PDP di Indonesia masih kurang progresif pengaturan dan penegakannya dibandingkan dengan Malaysia, sehingga dibutuhkan penyegeraan terhadap implementasi PDP di samping ketentuan normatif.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Haipa Nisrina, Padjadjaran University