JURIDICAL ANALYSIS OF MALANG REGENCY RELIGIOUS COURT JUDGMENT CONCERNING CANCELLATION OF MARRIAGE ISBAT ACCORDING TO MARRIAGE LAW AND ISLAMIC LAW

  • Desi Rahmawati Universitas Padjadjaran
  • Hazar Kusmayanti Universitas Padjadjaran
  • Fatmi Utarie Nasution Universitas Padjadjaran
Keywords: cancellation of marriage isbat, formal defect, unregistered marriage

Abstract

Marriage Isbat is a validation of marriage. Not all application of marriage isbat are accepted, one of which is Decision No. 0637/Pdt.G/2021/PA.Kab.Mlg where the Religious Court decided to cancel the marriage isbat that has been granted. The main issue in Decision No. 0637/Pdt.G/2021/PA.Kab.Mlg is that the application of marriage isbat is formally flawed due to the lack of parties in it. The writing method used is a normative juridical method with a qualitative juridical analysis method. The purpose of this study is to find out the consideration of the Court in deciding this case and the legal consequences of the cancellation of marriage isbat according to Indonesian Marriage Law and Islamic Law. Based on the result of the study, the Judge’s consideration in Decision No. 0637/Pdt.G/2021/PA.Kab.Mlg is in accordance with the relevant regulations. Meanwhile the legal consequences of the marriage isbat cancellation is that the registered marital status is reverted to the unregistered marriage. Based on the Marriage Law, unregistered marriages have very detrimental effects for both wife and children. While based on Islamic law the legal consequences are the same as the validity of marriage based on the Marriage Law.

References

Buku
Ahmad Warsono Munawwir, (2002). Al-Munawir Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Progresif.
Amiruddin dan Zainal Asikin, (2006). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Djuhaendah Hasan, (1988). Hukum Keluarga Setelah Berlakunya UU No. 1 Tahun 1974. Bandung: CV. Armico.
M. Yahya Harahap, (1975). Hukum Perkawinan Nasional Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Medan: CV Zahir Trading Co.
- - - - -, (2017). Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan, Edisi Kedua. Jakarta: Sinar Grafika.
Mochtar Kusumaatmadja dan B. Arief Sidharta, (2000). Pengantar Ilmu Hukum: Suatu Pengenalan Pertama Ruang Lingkup Berlakunya Ilmu Hukum. Bandung: Alumni.
Muhammad Idris Ramulyo, (2006). Hukum Perkawinan, Hukum Kewarisan, Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat Menurut Hukum Islam. Jakarta: Sinar Grafika.
Sonny Dewi Judiasih, (2015). Harta Benda Perkawinan: Kajian terhadap Kesetaraan Hak dan Kedudukan Suami dan Isteri atas Kepemilikan Harta dalam Perkawinan. Bandung: Refika Aditama.
Soerjono Sukanto dan Sri Mamudji, (2007). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Umar Haris Sanjaya dan Aunur Rahim Faqih, (2017). Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Yogyakarta: Gama Media Yogyakarta.
Vivi Kurniawati, (2019). Nikah Siri. Jakarta: Rumah Fiqih Pulishing.
Wati Rahmi Ria, (2009). Hukum Waris Islam. Bandar lampung: Lembaga Penelitian Universitas Lampung.

Jurnal
Addin Daniar Syamdan dan Djumadi Purwoatmodjo, (2019). “Aspek Hukum Perkawinan Siri dan Akibat Hukumnya”. Notarius, Volume 12 (Nomor 1).
Efa Laela Fakhriah, (2015). “PerkembanganAlat Bukti dalam Penyelesaian Perkara Perdata di Pengadilan Menuju Pembaruan Hukum Acara Perdata”. JHAPER, Volume 1 (Nomor 2).
Hazar Kusmayanti, Sherly Ayuna Putri, dan Linda Rahmainy, (2018). “Praktik Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Agama Melalui Sidang Keliling Dikaitkan dengan Prinsip dan Asas Hukum Acara Perdata”. JHAPER, Volume 4 (Nomor 2).
I Gusti Agung Ketut Bagus Wira Adi Putra, Ida Ayu Putu Widiati, dan Ni Made Puspasutari Ujianti, (2020). “Gugatan Tidak Dapat Diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard) Dalam Gugatan Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Bandung”. Jurnal Kontruksi Hukum, Volume 1 (Nomor 2).
Ury Ayu Masitoh, (2018). “Anak Hasil Perkawinan Siri Sebagai Ahli Waris Ditinjau Dari Hukum Perdata Dan Hukum Islam”. Diversi Jurnal Hukum, Volume 4 (Nomor 2).
Yusna Zaidah, (2013). “Isbat Nikah Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam Hubungannya Dengan Kewenangan Peradilan Agama”. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran. Volume 13 (Nomor 1).

Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Rujukan Elektronik
Karimatul Ummah. (2020). Status dan Hak Anak Akibat Pembatalan Perkawinan Orang Tuanya. Available from: https://www.hukumonline.com/klinik/a/status-dan-hak-anak-akibat-pembatalan-perkawinan-orang-tuanya-lt5efecccbed6ae. [accessed Maret, 7, 2023].
Wila Wahyuni. (2022). Mengenal Cacat Hukum. Available from: https://www.hukumonline.com/berita/a/mengenal-cacat-hukum-lt62a329138bae7/?page=all. [Accesed Juni 29, 2022].
Published
2023-05-31
How to Cite
Rahmawati, D., Kusmayanti, H., & Nasution, F. U. (2023). JURIDICAL ANALYSIS OF MALANG REGENCY RELIGIOUS COURT JUDGMENT CONCERNING CANCELLATION OF MARRIAGE ISBAT ACCORDING TO MARRIAGE LAW AND ISLAMIC LAW. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 4(2), 338-360. https://doi.org/10.23920/jphp.v4i2.1344